Home Embassy News Kunjungan Menlu RI ke Rakhine State
Search
Kunjungan Menlu RI ke Rakhine State

Kunjungan Kerja Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Ke Rakhine State, Myanmar Tanggal 7 – 8 Januari 2013.

menlu ri di sittwe
Kunjungan kerja ini dilaksanakan atas undangan dari Pemerintah Myanmar dan juga sebagai tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden kedua negara di sela-sela KTT ASEAN ke-21 di Phnom Penh pada bulan November 2012. Kunjungan difokuskan pada tiga isu utama yaitu: penyelesaian politik, bantuan kemanusiaan dan rehabilitasi serta rekonstruksi.

Pemerintah Indonesia mengikuti terus secara seksama perkembangan di Myanmar, termasuk perkambangan di Rakhine State. Pemerintah Indonesia mencatat dan mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Myanmar dalam mengatasi konflik komunal di Rakhine State.

Pemerintah Myanmar telah memberikan akses penuh kepada delegasi Indonesia untuk mengunjungi kota-kota yang terkena dampak konflik serta kamp-kamp pengungsian di Rakhine State seperti di Pauktaw (Kyein Ni Pyin), Minbya (Sambalay), Kyauktaw (Taung Bwe) dan Maungdaw (Mawrawaddy). Hal ini memungkinkan bagi delegasi Indonesia untuk dapat melihat situasi terkini dari dampak langsung dari konflik yang terjadi di Rakhine State.

Pemerintah Indonesia mengusulkan agar Pemerintah Myanmar dapat lebih berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tentang langkah-langkah konkrit yang diambil Pemerintah Myanmar dalam mengatasi konflik komunal di Rakhine State dalam berbagai forum internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta dukungan dari masyarakat internasional guna penyelesaian konflik dimaksud.

Menteri Luar Negeri Indonesia berkesempatan untuk bertukar pandangan dengan Menteri Urusan Perbatasan Myanmar dan Chief Minister Rakhine State tentang akar penyebab konflik komunal. Menggarisbawahi bahwa sebagai negara yang memiliki kesamaan dalam hal proses transisi kearah negara demokrasi, Indonesia memiliki pengalaman dalam hal menghadapi setiap tantangan yang terjadi dalam proses tersebut. Pemerintah Indonesia menegaskan kesediaan serta kesiapan dalam berbagi pengalaman tersebut dengan Pemerintah Myanmar dalam rangka penyelesaian konflik komunal di Rakhine State.

Dalam hubungan ini, Pemerintah Indonesia akan menyusun empat program kemitraan capacity building tahun 2013 yang difokuskan di bidang pembangunan sosial-ekonomi, demokrasi, pengembangan UKM dan manajemen transportasi darat di Myanmar. Diharapkan agar program tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan reformasi, demokrasi serta pembangunan bidang sosial-ekonomi di Myanmar, termasuk di Rakhine State.

Pemerintah Indonesia menyambut baik keterbukaan Pemerintah Myanmar terhadap bantuan kemanusiaan internasional. Hal ini menunjukkan konsistensi pendekatan yang dipilih oleh Pemerintah Myanmar yaitu untuk memberikan transparansi serta pemahaman yang lebih baik kepada dunia internasional tentang perkembangan di Rakhine State.

Dalam semangat persahabatan dan solidaritas, Pemerintah Indonesia berjanji akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 1 juta US Dollar kepada Pemerintah Myanmar dimana bantuan tersebut akan difokuskan untuk tujuan pembangunan pusat kegiatan komunitas (community centre), sekolah, pusat olahraga yang akan menciptakan terjadinya proses rekonsiliasi antara etnis yang sedang mengalami konflik.

Pemerintah Indonesia terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Myanmar dalam upaya menciptakan suasana demokratisasi, termasuk upaya untuk mempromosikan solidaritas nasional dan kerukunan antar komunitas yang berbeda di Myanmar.(PEN/DS/AC)

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Yangon, 8 Januari 2013