Home Embassy News Kunjungan Delegasi Indonesia ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar
Search
Kunjungan Delegasi Indonesia ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar
Kunjungan Delegasi Indonesia ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar

rakhinePada tanggal 26 - 27 Februari 2013, Delegasi Indonesia yang terdiri dari Perwakilan KBRI Yangon (Pelaksana Fungsi Poitik dan Pensosbud) dan PT. Wijaya Karya (WIKA) telah melakukan kunjungan ke Sittwe, Rakhine State, Myanmar dalam rangka menindaklanjuti pledge bantuan satu (1) juta US Dollar Pemerintah Indonesia kepada Rakhine State, Myanmar.

Delegasi melakukan pertemuan dengan Pemerintah Rakhine State yang diwakili oleh Menteri Perencanaan Nasional dan Perdagangan U Mya Aung, Menteri Sosial Dr. Aung Kyaw Win, Menteri Kehutanan U Aung Than Tin dan Sekretaris Pemerintah Rakhine State U Min Chit Oo.

Dalam pertemuan tersebut Delegasi Indonesia menyampaikan beberapa hal terkait pemberian bantuan Pemerintah Indonesia, yakni mengenai hasil kunjungan dan dialog Menteri Luar Negeri RI dengan Menteri Urusan Perbatasan Myanmar sebelumnya Letjen U Thein Htay dan masyarakat di Rakhine State, tanggal 7-8 Januari 2013, maka Pemri mengusulkan untuk membangun community center berupa gedung sekolah di dua lokasi yaitu di Sambalay Township, Minbya dan Mawrawaddy Township, Maungdaw, sebagai implementasi bantuan satu (1) juta US Dollar Indonesia di Rakhine State. Dalam kerangka transfer of knowledge (capacity building) Indonesia di Myanmar, maka Pemri juga mengusulkan agar WIKA (perusahaan BUMN Indonesia) untuk dapat bertindak sebagai Project Management System (PMS) dalam pengimplementasian bantuan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri U Mya Aung atas nama Chief Minister mengatakan bahwa secara prinsip Pemerintah Rakhine State tidak berkeberatan atas usulan pembangunan sekolah di dua township tersebut dan juga atas pengusulan WIKA sebagai PMS dari pembangunan dimaksud.

Dalam diskusi lebih lanjut disampaikan juga beberapa hal penting lainnya seperti kompleks bangunan sekolah yang akan dibangun nantinya akan diperuntukan bagi sekolah tingkat dasar (primary school). Didalam kompleks sekolah tersebut, diharapkan juga terdapat satu multi-purpose hall (pendopo) dan sumur air bersih umum, yang akan berfungsi sebagai suatu center for community activities, yang diharapkan dapat semakin mempercepat proses interaksi dan rekonsiliasi diantara kedua komunitas.